Lee Yu Rin (I)

Image

Namanya Choi Jun Ho. Dan aku sangat mencintainya. Dia adalah laki-laki paling tampan yang pernah ada di dalam hidupku. Sikapnya yang manis, lembut dan penuh pengertian. Dia mungkin bukan cinta pertamaku, atau cinta kedua, atau cinta ketiga. Namun bagiku, ia adalah cinta terakhir. Aku ingin memilikinya untuk diriku sendiri. Dia. Jun Ho-ku. Aku sangat tergila-gila padanya, sikapnya, sikap hangatnya. Dia yang begitu dewasa dan dapat mengayomiku.

“Jun Ho… Aku sangat merindukanmu…” kataku saat mendengar suaranya melalui telepon. Jun Ho selalu saja sibuk, bahkan di musim panas seperti ini. Ia tetap saja sibuk dengan sejuta pekerjaannya.

“Sabarlah sedikit, Yu Rin… Aku akan segera pulang. Sabarlah sebentar lagi. Ya?” terdengar suara dari ujung sana. Jarak antara Seoul dan Pulau Jeju sangat terasa begitu mendengar deburan ombak dari telepon. Aku menggigit bibir bawah. Aku sangat merindukannya. Dia harus mengurus pekerjaan di Pulau Jeju. Ah. Sangat menyebalkan. Sementara banyak gadis-gadis lain sudah berlibur ke pantai bersama kekasihnya. Sementara aku hanya berdiam diri di rumah.

“Yaa. Jun Ho… Cepat pulang ya…” desakku.

“Iya… Aku juga sangat merindukanmu Yu Rin…” suara itu sangat menenangkan. “Saranghae, Yu Rin…”

“Saranghae…”

“Janji ya kau akan menungguku?” itu lebih ke arah permintaan daripada pertanyaan. Aku tersenyum, meskipun aku tahu Jun Ho tidak akan bisa melihatnya.

“Iya… Kau tahu kok, aku pasti akan selalu menunggumu…” suaraku sedikit bergetar. Aku sangat mencintainya. Ia selalu memiliki cara untuk mencuri hatiku. Iya. Choi Jun Ho-ku. Tidak boleh ada yang menyentuhnya. Apa aku ini egois? Biar saja lah. Mungkin cintaku ini, seperti anak kecil yang menginginkan boneka beruang untuk dirinya sendiri. Lee Yu Rin yang menginginkan Choi Jun Ho untuk dirinya sendiri.

***

♪♫ ♪♫ ♪♫

Suara telepon selulerku. Bukan. Ini bukan suara alarm. Aku yang masih setengah mengantuk mencoba membuka mata, sementara tanganku berusaha menggapai-gapai cell-phone keluaran samsung versi terbaru. Begitu tanganku mencapai telepon genggam, langsung ku angkat panggilan masuk.

“Yeoboseyo.” kataku dengan nada dingin, lebih ke arah ketus. Yang benar saja. Ini masih jam 4 pagi, dan ada orang yang dengan sengaja membangunkanku. Aish! Menyebalkan sekali.

“Yu Rin sayang, jangan ketus seperti itu…” suara yang sangat familier.

“Jun Ho?!” aku nyaris membelalakan mata ketika mendengar suaranya.

“Neh… Ini aku… Maaf ya membangunkanmu pagi-pagi begini…” suaranya terdengar menyesal. Ah… Suara ini, benar-benar membuatku tidak tega. Ia selalu menang. Aku tidak pernah bisa marah begitu mendengar suara ini.

“Iya… Tidak apa… Memang sudah waktunya aku bangun…” aku tertawa simpul.

“Hei, coba lihat keluar.” pintanya.

“Mwo?”

“Buka tirai dan jendelamu… Lihat keluar Yu Rin-ku sayang…” pintanya lagi. Begitu ia memanggilku dengan sebutan seperti itu, rasanya selalu ingin meleleh saja. Maka aku pun menuruti perintahnya dan membuka tirai jendela. Aku membelalakan mata karena terkejut, semenatara tanganku masih memegang telepon genggam.

“Kemarin siapa yang bilang sangat rindu padaku?” tanya Jun Ho dengan nada sedikit menggoda. Aku tersenyum melihatnya dari jendela lantai dua. Aku segera turun dan keluar dari dalam rumah.

“Yaa! Kau ini menyebalkan sekali! Kenapa pagi-pagi sudah datang?” sergahku sembari menghambur dalam pelukannya.

“Biar saja. Aku juga sangat merindukanmu…” suaranya mengalun dengan lembut di telingaku. Kami berdua berpelukan begitu lama sampai-sampai ibu keluar dan melihat kami.

“Jangan berpelukan di luar. Tidak enak dilihat tetangga. Ayo masuk. Jun Ho juga.” begitu kata ibu.

Kami berdua tersenyum. Sembari bergandengan tangan, aku masuk ke dalam rumah bersama Jun Ho. Choi Jun Ho, saranghaeyo… Nal eonjena neol saranghaeyo…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s