What if I

Most of the time

I’m advising my friends

About what’s wrong or right

When they call me at night

Beberapa temanku meneleponku, bercurhat ria bersama, menangis bersama. Kami begitu lugu dan polos. Kami bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk berceloteh di telepon hingga tagihan menjadi membengkak dan akhirnya selalu berujung dengan kemarahan mama. Atau terkadang, bukan aku yang menelepon melainkan mereka. Sangat menyenangkan bisa berbagi cerita seperti itu. Rasanya seperti mengangkat beban yang begitu berat. Namun ada satu beban yang rasanya begitu sulit untuk dihilangkan.

Now I’m confused

‘Coz my mind says I’m a fool

That it’s time to say goodbye

But my tears cannot lie

And my heart says I will lose if I try

Begitu bodohnya hingga akhirnya aku terperosok dalam suatu jurang yang sangat sulit untuk didaki. Jurang cinta. Seharusnya aku tahu bila aku bermain-main dengan api, maka aku akan terbakar. Kini semuanya sudah terlambat. Aku terperosok terlalu jauh hingga tak dapat naik lagi. Ibarat tenggelam, aku sudah berada di dasar dan tidak dapat menggapai permukaan.

Selamat tinggal, goodbye, adios.

Harusnya kata-kata itu sudah kuucapkan sejak lama. Kini rasanya semua sudah terlambat. Air mata yang meleleh ini tidak dapat dibohongi. Sejak awal pertama seharusnya kami tidak saling menautkan hati. Sudah terlambat, ulangku untuk yang kesekian kalinya. Sudah terlambat. Kini yang tersisa adalah begitu beratnya melepaskan cintanya. Kondisi dan keadaan telah mengalahkan kami…

What if I would sacrifice my life for you

What if I would say I’d give up my dreams too

What if you were meant to be my destiny

But what if love, was never meant for you and me

Tetapi bagaimana kalau aku rela mengorbankan hidupku untukmu? Seluruh mimpi-mimpiku -namun mimpiku adalah kamu-, bagaimana kalau ternyata seharusnya kau adalah takdirku? Namun, cinta tak seharusnya menjadi milik kita. Begitu ironi. Ketika aku merelakan segalanya, namun tidak dapat terwujud. Mengapa mencintaimu menjadi sesulit ini? Mengapa? Apakah begitu sulit untuk menyatukan kita? Menyatukan perbedaan kita? Mengapa? Semuanya menjadi blur. Tidak jelas. Mengapa mereka tidak dapat memandang cinta kami sebagai sesuatu yang nyata?

I’m trying real hard

Cause I know that a friend is something you can’t be

Our love is too deep

Or is this our fate

Just a never ending battle no one else can see

I refuse to give in

But I’m afraid to start something we can’t win

Aku mencoba begitu keras. Mungkin karena cinta kita yang terlalu dalam, atau mungkin kita memang ditakdirkan untuk bersama. Namun, bagai peperangan yang tak lekas usai yang orang lain tidak dapat melihat. Pergolakan batin dalam diriku, dirimu, untuk tetap mencintai satu sama lain. Ah. Apa begitu susahnya mencintaimu? Begitu berat, begitu pelik, aku menolak untuk menyerah. Tetapi aku begitu takut untuk memulai sesuatu yang tak dapat kita menangkan, tidak dapat kita selesaikan. Hubungan kita.

Love is magic

Love is irresistible

But love is fearless and not able to see

Love is gorgeous

Love is unpredictable

But love is brainless and sometimes so are we

Mungkin kau akan tertawa. Namun memang begini kan kenyataannya? Cinta dapat membuatmu sembuh dari penyakit, karena cinta kau menjadi bersemangat melakukan sesuatu, karena cinta kau menjadi lemah. Cinta seperti sebuah sihir yang dapat membuatmu senang, sekaligus sedih. Cinta bisa juga menjadi sangat menarik. Di mana perasaanmu bergolak, dan kupu-kupu beterbangan di dalam perutmu. But it is fearless and not able to see -but you able to feel it, right?-. Love is gorgeous -it makes you smile all the time, look what love done on you-, tidak dapat diprediksi -kapan cinta dapat menyakitimu, karena ia bagai bunga mawar yang indah namun berduri-, but love is brainless -love is just about your feeling-, and sometimes so are we.

And sometimes, so are we…

Mencintai yang seharusnya tidak boleh dicintai.

Namun apakah itu salah? Salahkah?

Advertisements

2 thoughts on “What if I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s