Perhatian Kecil Pun Berharga

Image

Hari ini saya nggak akan bikin cerpen atau cerita atau puisi. Saya bukan pujangga yang dapat menyampaikan segala sesuatunya dengan tulisan manis nan puitis. Hari ini saya cuma akan mencurahkan isi hati (baca: curhat).

Tanggal 1 kemarin, saya genap 6 bulan jalan bareng pacar saya. Perjalanan kami tidak bisa dikatakan mulus, Beberapa kali kami harus bertengkar karena kesibukannya. Saya merasa seperti anak kecil yang merajuk, meminta perhatian lebih, mengingat hubungan saya yang lalu begitu romantis. Saya tidak terbiasa diperlakukan dengan cuek, jarang ada kabar dan ditinggal dengan kesibukannya. Beberapa kali saya merasa begitu menyerah, seolah ingin mengakhiri hubungan saja. Tetapi, pada akhirnya saya memilih untuk bertahan.

Dalam perjalanan ini, saya menyadari, bahwa perasaan yang saya perjuangkan bukan hanya sekedar kisah roman picisan seperti di televisi. Tidak ada yang benar-benar sempurna. Kau mengharapkan kisah cinta seperti di dalam dongeng? Well, realita bukanlah dongeng. Tidak ada pangeran berkuda putih yang akan datang membawakan setangkai mawar, memujimu setiap saat, yang selalu tertawa bersamamu seolah kau tidak bercacat. Yang ada dalam kisah saya adalah, seorang laki-laki yang khawatir saat saya sakit. Yang rela bangun lebih pagi untuk membelikan semangkuk bubur. Yang terang-terangan mencela saya di saat saya salah, yang akan meninggalkan saya demi tugasnya. Dia, seorang laki-laki yang berusaha memberikan kabar meskipun tidak memiliki waktu -atau pulsa karena ia tahu bahwa saya akan mengomel kalau dia tidak segera memberi kabar. Dia yang telah mendewasakan saya, membuat saya lebih sabar.

Tidak jarang dalam sehari kami hanya berkirim beberapa sms. Tidak seperti pasangan lain yang bisa menghabiskan waktu di depan handphone untuk berkirim pesan, atau bertelepon ria, kami tidak memiliki waktu. Ia akan memilih berada di depan tugasnya, berusaha mempertanggungjawabkan uang orang tuanya. Yang saya tahu, ia bukan seorang multitasker. Rindu. Tentu saja saya merindukannya. Tetapi ia membuat saya belajar, bahwa beberapa hal membutuhkan konsentrasi yang lebih. Bahwa waktu begitu berharga. Beberapa dari anda mungkin memilih untuk berkirim pesan dengan kekasih anda sekarang -instead to do your tasks. Mungkin saya juga demikian. Tetapi, saya belajar dari dia, bahwa nanti, setelah tanggung jawab ini selesai, kami akan memiliki waktu yang begitu melimpah untuk bersama. Mengapa harus mengorbankan tiga hari untuk masa depan, apabila nanti anda dapat memiliki satu minggu dengannya? Atau mungkin, pada akhirnya anda dapat memiliki puluhan tahun bersamanya?

Dan saya belajar bahwa di tengah kesibukannya, setiap usahanya untuk ada adalah perhatian yang begitu berharga. Setiap perhatian kecil dan sederhana yang ia berikan begitu berharga. Saya belajar bahwa di setiap pesan yang ia kirimkan, terdapat perhatian yang luar biasa. Hal yang sebelumnya tidak saya mengerti. Hal yang sebelumnya saya sepelekan. Ia yang berusaha meluangkan waktunya untuk bertemu saya, di tengah kesibukannya. Ia juga berusaha. Hal yang terkadang sering saya permasalahkan, karena kami jarang bertemu. Saya tidak seharusnya meminta lebih, di saat ia sudah berusaha untuk selalu ada dengan caranya.

Saya belajar bahwa sebuah perjalanan membutuhkan perjuangan. Bukankah kalau anda ingin berlibur ke tempat yang indah -Bora-Bora atau Maladewa misalnya?- anda harus melewati banyak hal terlebih dahulu? Menyiapkan paspor, memesan tiket pesawat dengan harga yang fantastis, memilih penginapan, melakukan perjalanan panjang. Tetapi bukankah itu adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah perjalanan yang indah?

Dan saya belajar begitu banyak dari dia, seorang laki-laki yang menjungkir balikan dunia saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s