La Nina: Until the Last Petal of Our Gerbera

I was bleeding, stop believing…

Ini namanya krisis kepercayaan. Saat kamu nggak punya siapapun yang kamu percayai. Yap. Rasanya nggak enak. Menyedihkan, dan sendirian. Bukan. Kesepian. Apalagi kalau sebenernya ada banyak banget orang-orang di sekitarmu, tapi mereka nggak cukup peduli atau mereka menutup mata terhadapmu.

Tadinya aku percaya kamu nggak akan pergi.

Kamu satu-satunya orang yang bisa aku percayai.

Yap. But everyone she trust just left. So damn classic.

Dari awal, semuanya memang salah kami. Kami memulai dengan cara yang salah. Jalan yang salah. Proses yang salah, akhir yang salah. Tidak heran, seharusnya. Tetapi entah kenapa, rasanya tetap saja berdenyut nyeri. Haha. Bodoh. Waktunya singkat. Dapat kau hitung dengan jemarimu. Tetapi perasaan yang timbul dan harus tenggelam itu menyakitiku.

Apa itu juga menyakitimu?

Lalu kenapa kamu memilih untuk pergi? Untuk menghapus perasaanmu? Untuk meninggalkanku, yang kini tidak dapat mempercayai siapapun…

Tetapi aku tahu kamu juga merasakan hal yang sama. Kamu juga, tidak dapat mempercayai siapapun. Kamu juga merasa dikecewakan. Kamu juga tersakiti. Lalu kenapa kamu membiarkan orang lain juga merasakannya?

Kamu bilang kalau kamu menyayangiku. Cinta, katamu.

Lalu kenapa kamu memilih untuk menyakiti orang yang kamu sayangi dan cintai? Kenapa kamu memilih untuk menyakiti orang yang mencintaimu?

Tapi, hey. I’ve promised you something. That I won’t leave you. You won’t be alone. Kamu selalu punya aku, –sebagai temanmu– yang akan ada untukmu. Dan untuk sekarang, biarkan aku menyayangimu, hingga bunga terakhir hidup. Dan apabila ia sudah mati, aku akan merelakanmu. Tentu saja, aku masih temanmu… Tetapi, aku tidak akan berharap lebih, setelah itu…

-La Nina

Advertisements

One thought on “La Nina: Until the Last Petal of Our Gerbera

  1. Lala says:

    Banyak orang disekitarmu namun tidak ada yang peduli denganmu. Sebagian menutup mata padamu. Apa yang salah denganmu? Apakah sesuatu yang kamu mulai dengan salah itu menyakiti banyak orang? Bagaimana akhirnya? Sudah bahagiakah kamu saat ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s